Gara-gara Anggota Kirim Gambar Porno, Admin Grup WhatsApp di Negara Ini Dibui!

in ,
Admin Whatspp Bisa Dipenjara Melanggar Hukum
Admin Grup WhatsApp Dipenjara di India Jika Melanggar Hukum | meufeed.com.br

WhatsApp saat ini menjadi aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan oleh pengguna gadget di dunia. Di India, WhatsApp adalah salah satu media komunikasi yang diandalkan sekaligus paling banyak digunakan.

Karena ini adalah aplikasi pesan instan dengan pengguna yang paling besar di India. Para pengguna whatsApp di sana mendapat pengawasan lebih dari kepolisian India.

Anggota Kirim Gambar Porno, Admin Grup WhatsApp Dipenjara di India

Karena belakangan ini para penegak hukum melihat jika WhatsApp sering digunakan untuk tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain tentunya.

Di India sendiri ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pengguna WhatsApp. Jika hal yang dilarang tersebut tetap dilakukan, maka pihak kepolisian akan turun tangan.

Larangan Bagi Pengguna WhatsApp di India

Seperti yang Dafunda Tekno kutip dari The News Pocket, hal pertama yang tidak boleh dilakukan adalah mengirim video provokatif, cabul, konten porno di dalam grup.

Bagi siapa saja yang berani melakukannya, maka admin grup WhatsApp tersebut bakal ditangkap oleh kepolisian setempat.

Konten pornografi yang dimaksud adalah pornografi anak-anak hingga video asusila melalui kamera tersembunyi yang sengaja difilmkan secara ilegal.

Selain itu, bagi pengguna WhatsApp juga dilarang untuk membagikan foto atau video hasil dari manipulasi yang di dalamnya orang-orang penting.

Lalu ada juga larangan untuk mempromosikan dagangan ilegal seperti menawarkan PSK melalui WhatsApp.

Bagi yang mengirimkan konten yang melecehkan wanita secara seksual lewat WhatsApp juga bakal kena ancaman penjara. Di samping itu, pengguna yang memalsukan nama orang lain juga ikut dihukum.

Tidak hanya soal kekerasan dan konten seksual saja, di India juga menerapkan aturan ketat soal kebencian terhadap agama atau tempat ibadah apa saja.

Penegak hukum India sudah memberikan imbauan kepada setiap pengguna supaya tidak menyebarkan berita palsu terkait topik sensitif yang dapat memicu kekerasan di WhatsApp. Pengguna WhatsApp juga tidak diperkenankan untuk menjual obat-obat terlarang di WhatsApp.

Walaupun sudah memiliki fitur enkripsi end-to-end demi menjaga keamanan percakapan penggunnya, pihak kepolisian juga bisa mendapat data yang dibutuhkan untuk dibawa ke hukum.

WhatsApp yang memiliki sejumlah metadata pengguna tentu bisa saja memberikan kepada penegak hukum jika dibutuhkan.

Dengan begitu, sekalipun pesan di WhatsApp sudah terenkripsi, polisi tetap bisa mendapatkan alamat IP, nomor ponsel, lokasi, jaringan seluler, hingga jenis ponsel yang digunakan.

Tinggalkan Balasan