Google Akan Hentikan Tampilan Situs yang Mengandung ‘Flash’ di Mesin Pencari

in ,
Google Stop Konten Flas

Masih teringatkah kamu dengan game yang berbasis Flash biasa dimainkan secara online di browser atau peramban?. Game yang disediakan oleh berbagai situs yang ada di internet itu biasanya bisa dicari di mesin pencari Google.

Tetapi kini Google bakal menghentikan tampilan situs yang mengandung konten Flash di mesin pencarian-nya. Aturan baru mesin pencari Google ini akan diterapkan pada akhir tahun 2019.

Google Hentikan Konten yang Mengandung Flash di Mesin Pencari

“Google search tidak lagi tampilkan konten yang mendukung Flash akhir tahun ini” ungkap Engineering Manager Google, Dong-Hwi di dalam keterangan resmi blog Google.

“Pada halaman web yang mengandung konten Flash, maka layanan Google akan mengabaikan konten itu” tambahnya.

File Berbasis Flash Format Akhirnya *.SWF Juga Tidak Bisa Lagi Tampil

Disamping itu ia juga menyebutkan ekstensi file dokumen yang juga mendukung Flash yang akhirnya terdapat *.SWF bakal ikut diabaikan di mesin pencari Google.

Walaupun demikian, Lee tidak membeberkan alasan mengapa pihaknya ingin menghentikan atau tidak meng-index lagi konten yang mengandung Flash.

Namun jika kita lihat dari sebelumnya, format konten Flash ini sendiri makin hari makin ditinggalkan oleh pengembang situs.

Flash Akan Ditinggalkan

Pada tahun 2019, dapat diperkirakan hanya 5% situs internet yang masih menggunakan Adobe Flash, dan menurun yang begitu signifikan dari 28,5% sejak tahun 2011.

Beberapa browser atau peramban bahkan juga pembuat Flash sendiri (Adobe) pelan-pelan mulai menghentikan dukungan software Flash.

Salah satu browser yang sudah mulai menyetop dukungan flash secara keseluruhan yaitu Google Chrome mulai 2020 mendatang.

Tidak ketinggalan juga dengan peramban lainnya punya Mozilla, Apple, Microsoft juga akan ikut menghentikan tampilan konten Flash di tahun yang sama. Begitulah yang Dafunda Tekno kutip dari VentureBeat.

Sejumlah perusahaan internet kini menerapkan hal tersebut pasalnya platform multimedia Flash sering menghadirkan celah keamanan walaupun sering diperbarui.

Adobe sendiri sudah kewalahan dengan hal tersebut dan menyarankan kepada pengembang untuk beralih ke HTML5, atau platform software yang lebih modern.

Ayo mulai berdiksusi