Sebelumnya Outikel K4000 sudah di keluarkan oleh pabrikan dengan kelebihan yang dimilikinya mampu menahan  ketukan palu, dan sampai bisa gunakan sebagai alat untuk mengetok paku atau sebagai martil Outikel tersebut. Kali ini Outikel juga ingin memperkenalkan kembali dari pada ponsel yang yang baru dengan ketanggunhan yang membuat banyak perhatian orang dengan keluaran Outikel berikan.

Sebutan yang disematkan adalah “K10000” untuk ponsel baru mereka yang menanggung baterai dengan kapasitas “jumbo” dengan kapasitas yang ditampung sebesar 10.000 mAh, seperti laporan Engadge.

Dengan daya baterai yang fantastis pad K10000, untuk pemakain normal telah diklaim oleh pabrikan mampu bertahan dalam kurun waktu 10 bahkan sampai 15 hari untuk sekali mengisi daya baterai

Dengan kelebihan yang di sematkan pada ponsel tersebut, spesifikasi yang terbilang progresif karena mengingat ada beberap vendor masih betah dengan smartphone atau ponsel yang daya tahan seharian penuh.

JANGAN LEWATKAN •
Bahaya Membaca Sambil Tiduran ? Di Google Play Books Punya Solusinya

outikel

Untuk rincian dari spesifikasi smartphone android Outikel adalah sebagai berikut.

Model K10000 merupakan ponsel pintar dengan ukuran 5,5 inci dan tampilan IPS HD dengan resolusi 720×1280 piksel. Di usung dengan besar memory RAM 2 GB kemudian digandeng dengan memory internal berkapasitas 16GB dan masih bisa di ekspasnsi.

Sekarang Outikel sendiri masih mempercayai dengan Media Tek K6735 dengan kecepatan yang berikan adalah 1GHz, disertakan kamera belakan 8 megapiksel dan depan 2 megapiksel.

Nah untuk koneksi internet pada K10000 sudah menyediakan konektivitas 2G, 3G, dan 4G LTE. dengan spesifikasi yang diberikan pada K10000, Outikel membeberkan harga yang dibanderol dengan harga 239,9 dollar AS atau dirupiahkan setara dengan Rp. 3,3 jutaan.

Jika ingin membawa pulang smartphone tersebut, Kamu harus memesannya pada situs belanja online khusus gadget GearBest. Pada gerai-gerai resmi di Indonesia ketersediaanya belum diketahui.

JANGAN LEWATKAN •
Penipu Melalui SMS Sudah Bisa Dilacak dan Dikenakan Sanksi