Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran dilaporkan mengerahkan rudal balistik terbaru Khorramshahr 4. Berdasarkan informasi intelijen, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah meluncurkan alutsista canggih tersebut ke arah Tel Aviv pada Kamis, 5 Maret 2026 dini hari.
Rudal Khorramshahr 4 menjadi sorotan dunia karena daya hancurnya yang masif dan teknologi pemandu yang sulit terdeteksi.
Spesifikasi Rudal Khorramshahr 4

Terkenal sebagai salah satu rudal balistik Iran paling mematikan, Khorramshahr 4 terancang untuk menargetkan sasaran dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Berikut adalah detail teknis yang membuat senjata ini menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan udara modern:
- Daya Jangkau & Hulu Ledak
- Spesifikasi rudal Khorramshahr 4 mencakup kemampuan membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram dengan jangkauan operasional mencapai 2.000 kilometer.
- Akurasi Tinggi
- Mengutip data dari Army Technology, rudal ini memiliki margin kesalahan (Circular Error Probable) hanya 30 meter meskipun ditembakkan dari jarak maksimum.
- Kecepatan Hiperbolik
- Menggunakan bahan bakar cair dengan propelan 4D10, mesin rudal ini mampu melaju hingga 16 Mach (sekitar 20.000 km/jam) di luar atmosfer dan 8 Mach saat memasuki atmosfer bumi.
Desain dan Teknologi Pemandu Canggih
Secara fisik, rudal Khorramshahr 4 memiliki dimensi panjang 13 meter dengan diameter 1,5 meter. Berbeda dengan generasi sebelumnya, desain terbaru ini tidak memiliki sirip kisi di bagian samping, yang bertujuan untuk meningkatkan aerodinamika saat meluncur.
Salah satu keunggulan dalam teknologi rudal IRGC ini adalah sistem pemanduan mandiri yang terletak di kompartemen terpisah.
Sistem “pintar” ini memungkinkan rudal bermanuver dan mengubah jalur di luar atmosfer bumi, sehingga sangat kebal terhadap upaya peperangan elektronik (electronic warfare).
Selain kecepatannya yang ekstrem, rudal balistik Iran ini menggunakan mekanisme pelepasan hulu ledak di tahap akhir penerbangan (terminal phase).
Setelah terlepas dari badan utama, hulu ledak akan menghantam target secara akurat dengan kecepatan tinggi. Hal ini membuat sistem pencegat rudal konvensional kesulitan untuk melakukan intercept.



Bales ke