Para ilmuwan baru saja menemukan pola khas pada aktivitas otak saat seseorang berada di bawah pengaruh zat seperti LSD, psilosibin, hingga ayahuasca. Efek psikedelik di otak ini sering kali mengubah persepsi, suasana batin, dan kesadaran secara drastis.
Berdasarkan laporan yang rilis pada Selasa, 7 April 2026, para peneliti menyebut pola ini sebagai “sidik saraf”. Temuan ini merupakan hasil dari penelitian otak lintas negara yang menggabungkan 11 kumpulan data pencitraan medis.
Dengan menganalisis lebih dari 500 hasil pemindaian dari ratusan partisipan, studi yang terbit di jurnal Nature Medicine ini menjadi riset terbesar yang pernah mereka lakukan untuk memahami bagaimana zat-zat tersebut memengaruhi sistem saraf manusia.
Komunikasi Antarwilayah Otak yang Berubah

Hasil studi menunjukkan satu pola yang sangat menonjol. Meskipun tiap zat memiliki mekanisme kerja yang berbeda, semuanya memberikan dampak serupa terhadap cara komunikasi antarwilayah otak.
Jaringan otak yang mengatur pemikiran tingkat tinggi ditemukan berkomunikasi lebih intens dengan jaringan penglihatan dan sensasi. Dr. Danilo Bzdok dari McGill University menjelaskan bahwa zat-zat ini mengganggu hierarki lazim pada sistem saraf.
Akibatnya, tatanan kerja otak menjadi lebih “datar”, yang kemungkinan besar memicu perubahan kesadaran yang sangat kuat pada penggunanya. Fenomena ini juga menjelaskan rasa “larutnya diri” yang sering subjek penelitian alami.
Potensi Besar untuk Terapi Gangguan Mental
Selain perubahan di permukaan, penelitian otak ini juga menemukan aktivitas di wilayah otak yang lebih dalam, terutama yang terkait dengan kebiasaan dan pembelajaran.
Namun, riset ini mengoreksi klaim sebelumnya dengan menyatakan bahwa jaringan otak tidak sepenuhnya “terurai”, melainkan hanya berubah cara interaksinya secara radikal.
Data ini menjadi sangat krusial karena saat ini banyak ilmuwan mulai melirik potensi zat-zat tersebut untuk terapi gangguan mental dan neurologis berat. Penyakit seperti depresi, skizofrenia, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) konon bisa mendapatkan penanganan baru melalui pendekatan ini.
Dr. Emmanuel Stamatakis dari University of Cambridge menambahkan bahwa bidang neurosains ini bergerak sangat cepat.
- Lawan Krisis Data Center, Ilmuwan China Ciptakan Kaset DNA Berkapasitas Raksasa
- Elon Musk Mulai Produksi Massal Implan Otak Neuralink 2026
- Main Game Ternyata Bikin Otak Lebih Muda, Ini kata Studi
Dibutuhkan bukti berskala besar agar pengembangan terapi gangguan mental berbasis psikedelik dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Pemahaman mendalam tentang cara kerja sistem saraf di bawah pengaruh zat ini akan menjadi fondasi medis yang kuat di masa depan.



Bales ke