Menurut Peneliti Lubang Ozon Bumi Mulai Tertutup, Kok Bisa?

in ,
Lapisan Ozon Bumi Tertutup Kembali
Lapisan Ozon Bumi Tertutup Kembali | amuzigi.com

Melalui sebuah makalah ilmiah yang telah diterbitkan di dalam jurnal Nature mengungkapkan saat ini lapisan ozon Bumi semakin tertutup. Apakah ini pertanda buruk bagi kehidupan makhluk hidup di seluruh dunia?

Tentu tidak, malah sebaliknya ozon yang mulai menutup itu menandakan jika kondisi Bumi mulai membaik.

Seperti yang diketahui lapisan ozon merupakan perisai atau pelindung di stratosfer Bumi, yang berguna menyerap sebagian besar dari radiasi ultraviolet terpancar dari sinar Matahari. Jadi lapisan ozon yang tertutup ini merupakan memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pemanasan global. Tanpa adanya lapisan ozon, maka semua makhluk di Bumi tidak dapat bertahan hidup.

Jika kita lihat dulu-dulu dimana penggunaan zat chlorofluorocarbon (CFC) oleh manusia, sudah banyak lapisan ozon yang rusak dan mengancam banyak makhluk hidup. Sehingga pada tahun 1987 dibuatlah perjanjian internasional yang disebut ‘Protokol Montreal‘. Tujuan dari perjanjian tersebut yaitu melarang pengguna zat CFC yang dinilai dapat merusak lapisan ozon.

Lapisan ozon mulai menyusut dan menutup kembali

Ilustrasi Lapisan Ozon Bumi
Ilustrasi Lapisan Ozon Bumi | Shutter Stock

“Kami menemukan tanda-tanda perubahan iklim di belahan Bumi selatan. Khususnya soal pola sirkulasi udara. Sehingga menunjukkan jika pola sirkulasi udara telah berubah disebabkan lubang ozon yang telah menyusut setelah diterapkan protokol Montreal.” ungkap Antara Banerjee, CIRES Visiting Fellow di University of Colorado Boulder yang bertugas di National Oceanic and Atmospheric Administration kepada Independent.

Ia juga menjelaskan aliran dari jet stream (arus angin atau sirkulasi atmosfer) yang terdapat di belahan Bumi bergeser secara bertahap ke Kutub Selatan tepatnya pada dekade terakhir abad-20. Hal ini yang terjadi karena terjadi penipisan lapisan ozon secara global.

Menurut studi yang telah dilakukan oleh Banerjee, ia menemukan jika pergerakan mulai terhenti sejak tahun 2000. Jeda dari pergerakan sekitar waktu yang sama, yaitu saat lubang ozon mulai kembali membaik.

“Emisi dari zat perusak ozon CFC lah yang bertanggung jawab atas lubang ozon mulai menurut sejak tahun 2000, terimakasih kepada yang telah menerapkan protokol Montreal,” ungkapnya.

Tidak hanya ozon yang mempengaruhi jet stream, CO2 juga ada efek tersendiri. Sepertinya yang terjadi tarik menarik antara ozon mulai pulih yang mempengaruhi pergerakan jet stream ke satu arah (ke utara). Serta pergerakan dari CO2 menarik ke arah lain (ke selatan).

Kemungkinan besar lapisan ozon pulih sepenuhnya

Aktivitas dari pergerakan jet stream bergeser karena dua kekuatan tersebut saat ini dinilai masih seimbang. Nah jika terus begini, bisa jadi kemungkinan besar lapisan ozon bakal pulih sepenuhnya. Hal tersebut tentu bakal berpengaruh ke iklim global serta memperbaiki kerusakan yang sudah manusia lakukan terhadap Bumi.

“Poin yang sangat penting dapat diambil dari penelitian ini adalah lubang ozon telah menyusut berkat adanya protokol Montreal”. cetus Banerjee.

Sehingga ini menunjukkan perjanjian internasional tersebut telah berhasil memperbaiki kerusakan yang pernah dilakukan kepada Bumi. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Dengan adanya perlakukan tersebut diharapkan kita bisa menerapkan emisi gas rumah kaca dalam mengatasi perubahan iklim.