Daftar peringkat orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real-Time Billionaires per pertengahan Juli 2026 masih menempatkan konglomerat batu bara, Low Tuck Kwong, di posisi puncak.
Namun, fenomena paling menarik tahun ini adalah lonjakan kekayaan luar biasa dari para pelaku industri teknologi, di mana dua pendiri pusat data (data center) nasional berhasil menembus jajaran 10 besar miliarder terkaya di Tanah Air.
Bagi kamu yang sering mengikuti perkembangan dunia bisnis dan investasi, pergerakan nilai kekayaan para naga ekonomi Indonesia selalu menarik untuk disimak.
Selama berdekade-dekade, daftar ini hampir selalu dikuasai oleh wajah-wajah lama dari sektor komoditas tradisional seperti tambang mineral, perkebunan kelapa sawit, perbankan, hingga industri rokok.
Namun, masifnya penetrasi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital di Indonesia sepanjang tahun 2026 ini melahirkan poros kekayaan baru. Bisnis infrastruktur digital terbukti mencetak nilai valuasi yang sangat fantastis. Yuk, kita bedah daftar lengkap miliarder paling bergelimang harta di Indonesia saat ini!
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia 2026 Versi Forbes

Kami telah menyusun daftar resmi sepuluh besar konglomerat Indonesia lengkap dengan estimasi nilai kekayaan terbaru mereka:
- Low Tuck Kwong (PT Bayan Resources Tbk)
- Sektor: Pertambangan Batu Bara
- Kekayaan: ± US$ 15,9 Miliar (Sekitar Rp287,2 Triliun) | Peringkat Dunia: 181
- Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group)
- Sektor: Petrokimia, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur
- Kekayaan: ± US$ 15,3 Miliar (Sekitar Rp276,3 Triliun) | Peringkat Dunia: 193
- Robert Budi Hartono (Grup Djarum & BCA)
- Sektor: Perbankan, Rokok, Agribisnis, Ritel Elektronik, dan Teknologi
- Kekayaan: ± US$ 14,8 Miliar (Sekitar Rp265,5 Triliun) | Peringkat Dunia: 198
- Anthoni Salim (Salim Group)
- Sektor: Makanan (Indofood), Ritel, Telekomunikasi, Energi, dan Perbankan
- Kekayaan: ± US$ 10,3 Miliar (Sekitar Rp186 Triliun) | Peringkat Dunia: 337
- Tahir dan Keluarga (Mayapada Group)
- Sektor: Layanan Kesehatan, Properti, Perbankan, Media, dan Energi
- Kekayaan: ± US$ 8,5 Miliar (Sekitar Rp153,5 Triliun) | Peringkat Dunia: 423
- Sri Prakash Lohia (Indorama Corporation)
- Sektor: Tekstil dan Petrokimia Global
- Kekayaan: ± US$ 8,4 Miliar (Sekitar Rp151,7 Triliun) | Peringkat Dunia: 428
- Otto Toto Sugiri (PT DCI Indonesia Tbk)
- Sektor: Infrastruktur Teknologi (Data Center)
- Kekayaan: ± US$ 8 Miliar (Sekitar Rp144,5 Triliun) | Peringkat Dunia: 460
- Marina Budiman (PT DCI Indonesia Tbk)
- Sektor: Infrastruktur Teknologi (Data Center)
- Kekayaan: ± US$ 5,7 Miliar (Sekitar Rp102,9 Triliun) | Peringkat Dunia: 712
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (Harita Group)
- Sektor: Pertambangan Nikel dan Perkebunan Kelapa Sawit
- Kekayaan: ± US$ 4,3 Miliar (Sekitar Rp77,6 Triliun) | Peringkat Dunia: 994
- Theodore Rachmat (Triputra Group)
- Sektor: Agribisnis, Manufaktur, Pertambangan, dan Perdagangan
- Kekayaan: ± US$ 4,1 Miliar (Sekitar Rp73,9 Triliun) | Peringkat Dunia: 1.039
Melesatnya Bisnis Data Center di Era Kecerdasan Buatan
Masuknya nama Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ke dalam lingkar elite 10 besar orang terkaya di Indonesia menjadi bukti valid betapa krusialnya peran pusat data di era modern.
Otto Toto Sugiri, yang kerap dijuluki sebagai “Bill Gates Indonesia”, sukses membangun PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi operator pusat data terbesar dan paling andal di Asia Tenggara.
Pemicu utama lonjakan pundi-pundi kekayaan duo titan tekno ini didorong oleh beberapa faktor makro:
- Ledakan Komputasi Awan (Cloud Computing)
- Ratusan perusahaan besar di Indonesia mulai memindahkan pusat penyimpanan data fisik mereka ke sistem awan terintegrasi demi efisiensi operasional.
- Adopsi Teknologi AI Terpusat
- Pengolahan algoritma kecerdasan buatan membutuhkan daya komputer raksasa yang hanya bisa disediakan oleh fasilitas pendingin dan server berskala internasional milik DCII.
- Ekspansi Raksasa Tekno Global
- Banyak korporasi teknologi luar negeri yang memilih menyewa infrastruktur lokal DCI Indonesia demi mematuhi regulasi kedaulatan data pemerintah setempat.
Menariknya lagi, Marina Budiman yang menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII sukses menempatkan dirinya sebagai satu-satunya tokoh perempuan independen yang berhasil menembus lingkaran 10 besar miliarder terkaya tahun ini.
FAQ
Q: Siapa orang terkaya nomor satu di Indonesia saat ini?
A: Posisi nomor satu masih dipegang oleh pengusaha batu bara kawakan, Low Tuck Kwong, selaku pendiri PT Bayan Resources Tbk.
Q: Siapa tokoh perempuan satu-satunya di daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia?
A: Perempuan tersebut adalah Marina Budiman, salah satu pendiri sekaligus Presiden Komisaris dari perusahaan penyedia pusat data DCII.
Q: Mengapa saham sektor data center (DCII) bisa membuat pemiliknya kaya mendadak?
A: Karena valuasi saham perusahaan melonjak drastis seiring tingginya ketergantungan seluruh sektor industri bisnis terhadap penyimpanan data digital, komputasi awan, dan teknologi AI.
Kesimpulannya, sektor pertambangan bumi memang masih mendominasi peta finansial Indonesia. Namun, kehadiran para bos data center ini memberi sinyal kuat bahwa masa depan kekayaan nasional kini mulai bergeser ke arah penguasaan ruang digital.
Penasaran dengan perkembangan berita finansial, bisnis, dan trivia teknologi menarik lainnya di tanah air? Jangan lupa untuk terus pantau artikel terbaru kita di Dafunda Tekno ya, biar kamu gak ketinggalan berita seru berikutnya!
Menurut kamu, di tahun-tahun depan bisnis teknologi bisa gak nih menggeser takhta bos batu bara? Tulis di kolom komentar, yuk!



Bales ke