Banyak yang bilang malware atau virus di Android sangat berbahaya. Saking bahaya nya, malware itu bisa meretas segala data yang di smartphone Android dari jarak jauh. Sebagai solusi untuk menangkal malware bahaya tersebut, banyak perusahaann yang menawarkan aplikasi antivirus. Masing-masing perusahaan mengklaim dirinya paling jago dalam mengamankan dan bisa menganalisa setiap malware yang mengancam pengguna.

Nah pertanyaan sekarang, apakah pengguna Android wajib memasang aplikasi anti virus demi melindungi gadget dari berbagai serangan malware jahat atau sejenisnya atau ada cara lain untuk melindungi nya? Jawaban nya tidak! Pengguna tidak harus memasang aplikasi anti virus untuk melindungi dari serangan jahat di Android atau alternatif lain sejenisnya.

Banyak pengguna yang beranggapan malware yang ada di Android dengan di PC/laptop itu sama. Yang perlu DafundaTekno luruskan disini adalah virus sistem Android dan PC itu berbeda.

Perbedaan malware di PC dan di Android

beda-malware-android-dan-pcMalware di PC dapat menyusup kedalam sebuah sistem operasi nya dikarenakan pengguna mengunjungi sebuah situs yang berisi program nakal melalui browser yang tidak diberikan perlindungan mumpuni.

JANGAN LEWATKAN
Awas! Jangan Pernah Membuka Website Ini Jika Tidak Mau HP Kamu Rusak Parah

Sedangkan di Android, metode serangan tidak mudah seperti di PC. Karena setiap hal yang ingin dilakukan oleh pengguna, Ia harus memberikan persetujuan pada pemberitahuan (notifikasi) tertentu supaya dapat mengakses baik itu aplikasi yang berada diluar Google Play Store.

Di Google Play Store sudah diberikan perlindungan berlapis. Aplikasi-aplikasi yang diunggah untuk bisa di unduh di Google Play Store sudah dilakukan pemindaian oleh komputer. Jadi kemungkinan kecil virus bisa menyusup kedalam sistem operasi Android.

Disarankan oleh banyak perusahaan keamanan adalah dengan mamasang aplikasi anti virus dimana cara kerjanya hampir sama dengan yang ada di Google Play Store. Yang membedakannya adalah aplikasi anti virus tersebut berada didalam ponsel.

Cara Kerja Anti Virus Di Sistem Operasi Android

malware-di-android

Anti virus di smartphone/ponsel adalah memindai segala aplikasi yang ada didalam ponsel,  menganalisa setiap lalu lintas di browser dan berbagai hal lain yang mencurigakan. Karena tindakan ini beroperasi didalam ponsel, maka smartphone akan membutuhkan daya baterai lebih besar.

JANGAN LEWATKAN
Kini Aplikasi BBM Sudah Bisa Video Calling, Sudah Tahu Belum?

Selain kapasitas daya baterai cepat habis dikarenakan aplikasi anti virus yang bekerja, Kamu akan dijumpai dengan banyak notifikasi atau pop-up yang sangat menganggu. Nah bila Kamu nyaman dengan segala hal menganggu tersebut, tentu tidak salah memasangnya. Sebaliknya, jika Kamu merasa terganggu atau meragukan dengan efektivitasnya kamu bisa menggunakan metode lain.

Cara Aman Tanpa Memasang Anti Virus

anti-malware-di-android

Perangkat Android Kamu tanpa anti virus masih tetap aman kok! Namun smartphone Android kamu membutuhkan perhatian lebih ekstra. Beberapa cara ini bisa Kamu terapkan supaya perangkat Android mu tetap terjaga dari serangan malware tanpa memasang aplikasi khusus.

1. Gunakan Pengaturan Secara Default

Jangan sesekali mengubah pengaturan default keamanan di ponsel Android Kamu. Pada umumnya, pengaturan keamanan di seluruh Android ada satu kolom bernama “Unknown Source” berfungsi untuk mengelola pemasangan aplikasi.

JANGAN LEWATKAN
7 Aplikasi Android yang Paling Boros RAM dan baterai Tahun 2015

Jika kamu ingin menginstall aplikasi APK diluar Google Play Store, pada kolom tersebut Kamu harus memilih “enable” secara manual. Jika tetap “disable” maka akan muncul pop-up yang meminta izin oleh Google untuk memindai kegiatan yang mencurigakan pada smartphone Android.

Fitur tersebut adalah bernama Verif App yang berada di bagian Google Play Services memang sudah disediakan pada perangkat-perangkat Android resmi. Jadi kamu harus menyalakannya, supaya segala aktivitas yang mencurigkan akan ditanggapi secara otomatis dan akan diblokir.

2. Jangan Pernah Melakukan Root di Android

Langkah kedua, supaya Kamu akan aman dari serangan malware adalah tidak anti dengan namanya root di Android. Root bisa diibaratkan pada Android Kamu diberikan hak admin, sehingga Kamu bisa mengakses apa saja dengan leluasa tanpa di batasi.

Pada umumnya melakukan root access terbilang aman, namun tetap saja resikonya lebih besar. Karena ada sebagian malware membutuhkan akses ini bisa berfungsi. Nah jika Kamu tidak membuka akses tersebut, maka malware tidak bisa bekerja, walaupun ada aplikasi yang mengandung malware sudah Kamu unduh didalam ponsel.

JANGAN LEWATKAN
Solarin, Smartphone Android Paling Aman (Anti Hack) dengan Teknologi Militer

Intinya, jangan pernah melalukan root jika tidak ingin smartphone Android Kamu terserang oleh virus yang mematikan ponsel.

3. Jangan Pernah Mengunduh Aplikasi yang Tidak Jelas Asalnya

Google Play Store memang sudah menggunakan sistem keamanan yang mumpuni untuk menangkal malware. Namun tidak sepenuhnya keamanan itu tetap terjaga. Jadi Kamu jangan pernah sembarangan memasang aplikasi di Google Play Store.

Apalagi memasang aplikasi diluar Google Play Store, pastikan benar-benar memasang dari sumber yang terpercaya, seperti Amazon dan lainya.

Setiap mengunduh aplikasi di Google Play Store, kamu pasti dihadapkan dengan berbagai permintaan izin, seperti izin akses, kamera, microphone dan lainnya. Jadi sebaiknya Kamu harus mempertimbangkan setiap permintaan izin tersebut, dan sesuaikan aplikasi itu dengan penggunaan Kamu supaya semua aman terkendali.

BAGIKAN
Muhammad Hanif
Penulis Dafunda #Tekno yang suka hal yang berbau Teknologi, Menyukai Film dan okeh lah pokoknya . Ikuti saya di Sosial Media mas broh...