MovieMovie List

Apakah Tren Film Layar Lebar Berdurasi Panjang Memang Efektif?

Apakah tren film layar lebar berdurasi panjang yang diterapkan dalam beberapa tahun belakangan memang merupakan tren / langkah yang efektif?

Kalau kita perhatikan semenjak beberapa tahun belakangan, ada satu tren yang konsisten dalam film-film yang dirilis di layar lebar. Tren yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah film layar lebar berdurasi panjang / lama.

Spesifiknya mau itu film layar lebar yang megah nan blockbuster seperti sci-fi dan superhero atau film drama dan action general, rata-rata durasi film layar lebar saat ini sangat panjang. Atau dengan kata lainnya lagi, rata-rata durasi minimum film layar lebar saat ini sekitar 120 menit atau 2 jam.

Sedangkan sekali lagi untuk durasi film-film yang termasuk potensi atau jelas-jelas blockbuster seperti film-film superhero MCU, standar durasinya saat ini lebih dari 120 menit. Lihat saja film solo perdana Natasha Romanoff aka Black Widow.

Film yang gue (dan sebagian besar fans) anggap adalah salah satu film terlemah MCU sejauh ini saja berdurasi 134 menit. Ya memang, hanya lebih 14 menit. Tapi intinya lebih dari 120 menit bukan? Bahkan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings saja berdurasi 132 menit.

Oke, mungkin untuk tipikal film superhero atau pasti blockbuster epik kita masih maklumi jika durasinya selama itu. Tapi kalau untuk film-film yang standar saja, apakah durasi panjang memang efektif untuk diterapkan?

Apakah Film Durasi Panjang Efektif?

1. Faktor Durasi Filmnya Sangat Panjang

film layar lebar berdurasi panjang
The Hobbits: The Battle of the Five Armies | Warner Bros. Pictures

Well, untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, tentunya kita harus meninjau ulang faktor-faktor penyebabnya. Ya seperti kata pepatah saja bukan? “Tidak ada asap kalau tidak ada api”. Jadi gak mungkin pihak studio main menentukan durasi filmnya hampir 3 jam kalau tidak ada alasan kuatnya.

Selected for you
Spider-Man: Far From Home Lewati Rekor Avengers: Endgame di Box Office

Lalu apa sih alasannya? Well, banyak sih. Bisa karena studio mencium potensi box-office besar dari filmnya. Nama-nama aktor super ngetop yang tampil, atau simply karena naskah filmnya yang menuntut untuk dikisahkan dalam durasi sepanjang itu.

2. Bisa Saja Dipersingkat

Walau katakanlah naskah ceritanya menuntut durasi yang panjang atau lama. Faktanya toh, banyak kok contoh film biasa-biasa saja yang berdurasi panjang yang sebenarnya bisa banget dipersingkat.

Bahkan, ada juga film blockbuster / franchise yang juga bisa dipersingkat. Contohnya banyak banget memang. Tapi untuk kasus ini, mari kita ambil contoh film Locked Down (2020) dan No Time to Die (2021).

Locked Down melansir halaman Wikipedia-nya berdurasi 118 menit. Sedangkan film ke-25 James Bond yang juga film Bond terakhir bagi Daniel Craig tersebut berdurasi 163 menit. Yang satu film drama thriller umum HBO Max, dan yang satu dari salah satu franchise film top sepanjang masa.

Locked Down bagi gue adalah salah satu film paling mengecewakan. Pokoknya penceritaan kisah pasangan yang sedang tidak harmonis, Linda (Anne Hathaway) dan Paxton (Chiwetel Ejiofor) selama pandemi COVID-19 ini benar-benar berantakan walau, Hathaway dan Ejiofor sudah menampilkan performa yang sangat maksimal.

Namun oke terlepas pandangan gue terhadap film tersebut, secara garis besar film ini bisa banget di-cut hingga 80-90 menit. Caranya adalah dengan meminimalisir adegan konflik antara kedua pasangan ini dan langsung ke pengembangan twist-nya. Silahkan kamu langsung saksikan saja filmnya untuk mengetahui twist yang dimaksud.

Selected for you
Joe Russo Jelaskan Runtime Avengers: Endgame

3. James Bond Tidak Perlu Selama Itu

https://www.youtube.com/watch?v=h1fiJzm-X2s

Sedangkan untuk No Time to Die, oke sekali lagi apabila kita melihat dari sisi perpisahan kita ke Bond-nya Craig, memang pantas untuk berdurasi selama itu. Tapi kalau melihat dari sisi keseluruhan filmya, durasi No Time to Die sangatlah lama.

Bagi gue, durasi 135-140 menit sudah cukup kok. Bahkan 120 menit saja sudah cukup efektif. Kuncinya adalah mengurangi banyak adegan yang implikasinya gak terlalu signifikan. Contoh seperti beberapa adegan chit-chat nya itu.

Toh faktanya Casino Royale (2006) hanya berdurasi 144 menit. Tapi filmnya masih dianggap oleh sebagian besar fans dan non-fans, sebagai film Bond Craig terbaik. Bahkan kalau mau menilik ke belakang lagi, semua film Bond era pre-Daniel Craig, paling lama berdurasi 140 menitan. Tapi terbukti efektif bukan?

Lagipula tak jarang kita melihat kasus dimana film yang berdurasi panjang padahal, bisa banget dipersingkat, berakhir terlihat bertele-tele, dan dipanjang-panjangin dengan sangat maksa.

4. Apakah Film Berdurasi Panjang Tidak Efektif?

Pada akhirnya kita balik lagi ke pertanyaan awal, apakah ini artinya film layar lebar berdurasi panjang efektif atau memang tidak efektif sama sekali?

Hmm, mari kita ambil contoh lagi deh untuk menjawabnya. Mari kita ambil contoh film remake Dune (2021) yang baru tayang beberapa minggu lalu. Film ini berdurasi 165 menit. Dan memang durasi ini sangat lama. Apalagi jika mengingat filmnya ini bahkan masih bagian pertamanya (part 1).

Akan tetapi tidak seperti No Time to Die, Dune memang harus berdurasi selama itu. Mengapa? Karena seperti yang sudah gue jelaskan sebelumnya melalui artikel review Dune, banyak orang yang belum nonton adaptasi pertama film Dune (1984). Namun banyak juga yang sudah nonton (termasuk gue) yang menganggap adaptasinya “ancur”.

Selected for you
No Time To Die Ditunda Lagi Untuk ke-3 Kalinya?

Sehingga untuk kasus seperti Dune durasi panjang memang WAJIB. Begitu juga dengan Avengers: Endgame yang berdurasi 180 menit. Karena dalam film akhir pertarungan antara Avengers dengan Thanos (Josh Brolin) banyak banget yang harus diselesaikan untuk sekalian juga menutupi fase 3 MCU-nya, maka durasi 3 jam itu memang keputusan yang sangat tepat.

5. Pintar-Pintarnya Kita Saja Dalam Menyikapinya

Sebagai ringkasannya, efektif atau tidaknya film layar lebar dengan durasi panjang, tergantung lagi dengan kebutuhan naskah penceritaannya. Kalau memang dalam penceritaannya membutuhkan 180 menit agar membuat audiens benar-benar paham, ya 3 jam tentunya tak masalah.

Tapi kalau 90 menit saja sudah dirasa cukup, toh mereka juga akan melakukan seperti demikian bukan? Selain itu, keefektifan ini juga kembali lagi ke kita sendiri sebagai audiens. Kita sendiri yang bisa menentukan apakah 180 menit atau 65 menit, adalah durasi yang efektif atau tidak.

Jadi memang pada akhirnya tidak ada jawaban yang 100% pasti dari topik ini. Semua bergantung lagi pada pendapat dan selera kita masing-masing. Apapun tanggapannya, satu hal yang pasti. Tren film layar lebar berdurasi panjang masih akan terus berlangsung.

Terlebih apabila melihat tren cita rasa audiens sekarang ini. Kalau gue lihat nih, rata-rata audiens saat ini gak masalah bahkan, suka banget dengan film berdurasi panjang. Pokoknya “makin panjang, makin asyik”.

Namun itu pendapat gue ya. Kalau kamu sendiri bagaimana? Apakah menurutmu tren film layar lebar berdurasi panjang memang efektif? komen di bawah ya.

Pastikan untuk selalu kunjungi Dafunda atau instal aplikasinya di playstore agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari kami seputar dunia Game, Movie, Anime dan Pop Culture.

Related Posts

Leave Comment
Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
See this post in...
Dafunda.com
Chrome
Add Dafunda.com to Home Screen
Close

For an optimized experience on mobile, add Dafunda.com shortcut to your mobile device's home screen

1) Press the share button on your browser's menu bar
2) Press 'Add to Home Screen'.
Dafunda.com Maukah kamu menerima notifikasi konten terbaru dari kami?
Dismiss
Allow Notifications