Sekuel Resident Evil tampaknya mulai masuk dalam radar sutradara Zach Cregger setelah film reboot garapannya mencatat kesuksesan besar di box office. Padahal, Cregger sejak awal merancang film Resident Evil (2026) sebagai sebuah cerita yang berdiri sendiri.
Film terbaru Resident Evil berhasil membuka debut domestik dengan pendapatan sekitar US$60 juta, sekaligus menjadi debut terbaik sepanjang sejarah waralaba tersebut. Secara global, film ini mengantongi US$108,3 juta pada pekan pembukanya.
Kesuksesan tersebut tentu membuka peluang bagi Sony Pictures untuk melanjutkan cerita. Menariknya, sang sutradara sendiri ternyata sudah memiliki sejumlah gagasan apabila sekuel Resident Evil benar-benar diwujudkan.
Zach Cregger Sudah Punya Ide untuk Sekuel Resident Evil

Dalam wawancara dengan ComicBook.com, Cregger mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah merasa cukup setelah menyelesaikan film pertama.
Menurutnya, Resident Evil memang sejak awal dirancang sebagai film satu kali jalan. Namun, ide-ide baru terus bermunculan sehingga dirinya tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengeksplorasi dunia tersebut.
“Film ini dirancang sebagai cerita tunggal, jadi keinginan itu sudah terpenuhi. Tapi saya tidak bisa menahan diri. Selalu ada ide yang bermunculan, dan saya sudah punya beberapa pemikiran tentang apa yang bisa terjadi ke depannya. Jadi siapa tahu, apa pun bisa terjadi,” ujar Cregger.
Pernyataan tersebut belum bisa dianggap sebagai konfirmasi tidak langsung bahwa sekuel Resident Evil akan diproduksi. Namun, setidaknya Cregger tidak menutup pintu untuk kembali ke dunia survival horror yang baru saja ia bangun.
Salah satu hal yang membuat film Resident Evil terbaru berbeda dari adaptasi sebelumnya adalah keputusan Cregger untuk tidak mengadaptasi secara langsung cerita dari gim tertentu.
Alih-alih menggunakan karakter ikonik seperti Leon S. Kennedy, Jill Valentine, atau Chris Redfield sebagai pusat cerita, film ini memperkenalkan karakter baru bernama Bryan, yang diperankan Austin Abrams.
Bryan merupakan seorang kurir yang harus bertahan hidup ketika wabah T-Virus mulai mengubah Raccoon City menjadi tempat penuh monster dan kekacauan. Pendekatan tersebut membuat Cregger memiliki ruang lebih luas untuk menciptakan cerita baru tanpa harus terikat pada alur permainan yang sudah dikenal penggemar.
Menariknya, film ini juga tetap mempertahankan elemen yang menjadi identitas Resident Evil, terutama atmosfer survival horror, eksplorasi, monster, serta situasi penuh tekanan.
Dengan demikian, jika sekuel Resident Evil benar-benar terjadi, Cregger memiliki dunia baru yang cukup luas untuk dikembangkan.
Kesuksesan Box Office Membuka Jalan Lebih Lebar

Kesuksesan komersial Resident Evil menjadi alasan lain mengapa kemungkinan film kedua terasa semakin terbuka.
Film ini meraih US$60 juta di box office domestik pada pekan pertama, jauh melampaui rekor debut sebelumnya yang dipegang Resident Evil: Afterlife dengan sekitar US$26,5 juta.
Secara global, film tersebut mencatat debut US$108,3 juta, menjadikannya pembukaan terbesar dalam sejarah film Resident Evil sekaligus debut terbesar sepanjang karier Cregger.
Dari sisi penerimaan kritikus, film ini juga mendapatkan respons positif. Resident Evil tercatat memiliki skor 96 persen di Rotten Tomatoes, yang menjadi salah satu capaian tertinggi dalam karier Cregger.
Angka-angka tersebut membuat peluang berlanjutnya reboot ini semakin menarik untuk dinantikan.
Meski berbagai indikator mengarah pada kemungkinan adanya film lanjutan, Sony Pictures sejauh ini belum mengumumkan secara resmi bahwa sekuel Resident Evil telah mendapatkan lampu hijau.
Cregger sendiri juga masih menggunakan bahasa yang cukup terbuka. Ia menyebut sudah memiliki beberapa ide, tetapi belum mengatakan bahwa dirinya telah menandatangani proyek film kedua.
Artinya, untuk saat ini penggemar masih perlu menunggu keputusan resmi dari Sony dan Cregger.
Yang jelas, Resident Evil (2026) telah memberikan fondasi baru bagi waralaba tersebut. Jika kesuksesan box office terus berlanjut, bukan tidak mungkin petualangan Bryan dan dunia Raccoon City yang dibangun Cregger akan mendapatkan babak berikutnya.


Bales ke