Ribuan Pengguna Akun WhatsApp di Kashmir Dihapus, Inilah Penyebabnya!

Berita yang mengejutkan datang dari India, di mana para pengguna WhatsApp di Khashmir saat ini tidak bisa menggunakan layanan chatting milik Facebook satu ini. Kabarnya ada puluhan ribu pengguna yang ditendang dari WhatsApp karena sudah lama tidak aktif.

Penyebab dari hal itu semua adalah adanya pemadaman internet selama empat bulan yang dilakukan oleh pemerintah India setelah wilayah itu dilucuti otomomi pada Agustus lalu.

WhatsApp Akan Hapus Akun yang Tidak Aktif Selama 120 Hari

Kini masyarakat Kashmir sebagai pengguna WhatsApp dulunya mulai hilang secara masal dari group. Juru bicara Facebook menyebutkan jika penghapusan akun yang dilakukan itu adalah kebijakan WhatsApp soal akun yang tidak aktif.

“Demi menjaga serta membatasi segala penyimpanan data, akun WhatsApp pada umumnya akan dihapus setelah 120 hari tidak aktif. Saat itu akun-akun secara otomatis keluar dari grup WhatsApp mereka”

Ungkap Juru bicara Facebook

Seperti yang dijelaskan oleh juru bicara Facebook, para pengguna perlu dimasukkan ulang ke dalam grup setelah mendapatkan kembali akses internet. Setelah itu baru bisa bergabung kembali dengan WhatsApp. Namun Facebook tidak membeberkan soal berapa jumlah warga Kashmir yang ikut kena dampak dari kejadian ini.

India Adalah Pengguna Paling Besar WhatsApp

Sebagai informasi, WhatsApp kini punya 400 juta pengguna aktif di India. Angka tersebut menjadikan India masih menjadi pasar terbesar pengguna WhatsApp.

Sedangkan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengungkapkan jika pemadaman internet itu terpaksa dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Media sosial dan internet sudah disalahgunakan untuk meradikalisasi orang,” ungkapnya. Namun tidak ada informasi sampai kapan pemadaman internet di Kashmir berlangsung.

Nah menurutmu bagaimana perasaan jika sudah internet dimatikan pemerintah dan akun WhatsApp kamu dihapus? apakah bisa sesabar orang India ini? yuk berikan pendapatmu melalui kolom komentar di bawah ini.