Viral Fakta

8 Momen Ikonik Piala Dunia Paling Legendaris Sepanjang Sejarah

Turnamen piala dunia 2026 resmi bergulir! Inilah kilas balik 8 Momen Ikonik Piala Dunia paling legendaris dalam sejarah Sepak Bola dunia.

Rangkaian kilas balik momen ikonik piala dunia paling legendaris sepanjang masa
Komentar

Pergelaran akbar Piala Dunia 2026 akhirnya kembali menyita perhatian penuh dari miliaran pencinta kulit bundar di seluruh penjuru bumi.

Turnamen edisi kali ini mencatatkan diri sebagai kompetisi terbesar sepanjang sejarah karena diselenggarakan secara kolaboratif di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan melibatkan total 48 tim peserta serta menyajikan lebih dari 100 pertandingan sengit.

Format baru ini tidak hanya mendongkrak tensi persaingan, melainkan juga memicu memori kolektif publik terhadap berbagai momen ikonik Piala Dunia terdahulu.

Jauh sebelum kemeriahan di Amerika Utara ini dimulai, ajang empat tahunan ini sudah berulang kali melahirkan sejarah besar yang mengubah arah perkembangan olahraga sejagat.

Mulai dari kontroversi gol magis, drama kartu merah kapten tim, hingga skor pembantaian yang tidak masuk akal, semuanya terekam abadi di dalam lembaran sejarah Sepak Bola dunia. Untuk menyegarkan ingatan sebelum menyaksikan jawara baru lahir, berikut disajikan daftar peristiwa paling monumental yang pernah terjadi di panggung tertinggi sepak bola.

Daftar Peristiwa Paling Monumental dan Kontroversial

Antusiasme suporter global menyambut jalannya pertandingan akbar piala dunia 2026 dan momen ikonik piala dunia
Generated Image by Gemini

1. Gol Tangan Tuhan Diego Maradona (1986)

Salah satu insiden paling kontroversial yang paling sering diulas dalam buku Sejarah Sepak Bola dunia adalah gol “Hand of God” alias Tangan Tuhan oleh maestro Argentina, Diego Maradona. Momen ini tercipta pada babak perempat final edisi 1986 saat melawan Inggris di menit ke-51.

Dalam kemelut di depan gawang, Maradona melompat dan secara sengaja menepis bola menggunakan tangan kirinya melewati jangkauan kiper Peter Shilton. Meskipun kubu Inggris melayangkan protes keras, wasit tetap mengesahkan gol tersebut karena keterbatasan sudut pandang. Argentina pun melenggang menang dengan skor akhir 2-1.

2. Goal of the Century Milik Maradona (1986)

Hanya berselang empat menit setelah menciptakan gol kontroversial, Maradona langsung menebusnya lewat sebuah kejeniusan murni yang dinobatkan sebagai Goal of the Century (Gol Abad Ini).

Berawal dari skema operan di area pertahanan Argentina, ia melakukan aksi solo run sejauh 60 meter, meliuk-liuk melewati hadangan lima pemain bertahan Inggris serta mengecoh kiper sebelum menceploskan bola. Proses magis berdurasi 11 detik di Stadion Azteca ini resmi menjadi standar emas aksi individu terbaik di dunia.

3. Tandukan Fatal Zinedine Zidane (2006)

Tragedi memilukan di partai puncak edisi 2006 antara Prancis melawan Italia menjadi momen ikonik Piala Dunia yang sangat membekas di hati penggemar. Zinedine Zidane yang awalnya tampil menawan lewat eksekusi penalti Panenka, mendadak kehilangan kendali emosi pada babak perpanjangan waktu.

Setelah terlibat adu mulut yang provokatif, Zidane secara mengejutkan menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi. Kartu merah langsung dikeluarkan wasit, memaksa sang kapten keluar lapangan dengan kepala tertunduk di laga terakhir karier profesionalnya.

4. Tragedi Pembantaian Mineirazo Brasil (2014)

Kekalahan memalukan tim nasional Brasil dengan skor telak 1-7 dari Jerman pada babak semifinal edisi 2014 menjelma sebagai salah satu kejutan paling traumatis di dunia olahraga.

Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Mineirão, tim Samba justru porak-poranda dan kebobolan lima gol hanya dalam kurun waktu 18 menit di babak pertama. Kekalahan sadis ini secara kultural diberi label Mineirazo, sebuah istilah horor lokal yang sejajar dengan kepedihan tragedi kekalahan final mereka pada tahun 1950 silam (Maracanazo).

5. Kontroversi Gol Hantu Geoff Hurst (1966)

Final edisi 1966 yang mempertemukan Inggris dan Jerman Barat melahirkan perdebatan teknologi garis gawang yang bertahan hingga puluhan tahun.

Saat kedudukan imbang 2-2 di babak perpanjangan waktu, penyerang Inggris Geoff Hurst melepaskan tembakan keras yang menghantam mistar, memantul ke bawah menembus area garis gawang, lalu keluar kembali.

Setelah berdiskusi dengan hakim garis, wasit mengesahkan gol hantu (ghost goal) tersebut, memicu kemenangan Inggris 4-2 sekaligus mempersembahkan trofi emas pertama dan satu-satunya bagi Tiga Singa.

6. Aksi Penyelamatan Tangan Luis Suarez (2010)

Drama perempat final edisi 2010 antara Uruguay dan Ghana melahirkan salah satu pengorbanan paling ikonik sekaligus dinilai tidak sportif. Menjelang detik-detik akhir babak perpanjangan waktu, bola sundulan pemain Ghana yang nyaris 100% masuk ke gawang kosong sengaja ditepis oleh Luis Suarez menggunakan kedua tangannya.

Suarez langsung diganjar kartu merah, namun penalti krusial yang dieksekusi Asamoah Gyan membentur mistar gawang. Uruguay pada akhirnya sukses lolos ke semifinal lewat drama adu penalti berkat pengorbanan tersebut.

7. Pele Mengangkat Trofi Jules Rimet Ketiga (1970)

Piala Dunia 1970 di Meksiko menjadi panggung pembuktian absolut bagi Pelé sebagai raja sepak bola jagat raya. Memimpin salah satu generasi emas terbaik yang pernah dilahirkan Brasil, Pelé tampil sangat dominan di partai final dengan menggilas Italia lewat skor meyakinkan 4-1.

Kemenangan fantastis ini membawa Brasil menjadi negara pertama di dunia yang berhak mengoleksi tiga trofi juara secara permanen, dan foto Pelé saat digendong sambil mengangkat trofi menjadi simbol keindahan permainan sepak bola yang abadi.

8. Puncak Kesempurnaan Karier Lionel Messi (2022)

Daftar peristiwa besar di panggung dunia ini ditutup secara emosional oleh keberhasilan Lionel Messi di Qatar.

Setelah bertahun-tahun menanggung beban ekspektasi publik dan berkali-kali gagal di partai final, Messi akhirnya sukses menuntaskan takdirnya dengan membawa Argentina mengangkat trofi juara pasca-menumbangkan Prancis lewat adu penalti paling menegangkan.

Keberhasilan mengangkat trofi di Stadion Lusail ini resmi melengkapi seluruh koleksi gelar individu maupun klub dalam perjalanan kariernya.

Piala Dunia 2026 Deteksi Offside dengan AI, Ini Penjelasannya

Kesimpulan

Bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026 di benua Amerika utara saat ini menjadi pengingat kuat bahwa sepak bola selalu lebih besar dari sekadar permainan 90 menit di atas rumput hijau.

Rangkaian momen ikonik Piala Dunia yang tercipta dari era Pelé, Maradona, hingga generasi Lionel Messi membuktikan bahwa turnamen ini merupakan panggung drama kemanusiaan terbesar yang memproduksi sejarah emosional secara turun-temurun.

Edisi tahun 2026 ini dipastikan akan kembali melahirkan catatan emas baru yang akan terus diperbincangkan oleh generasi masa depan.

Dapatkan informasi menarik seputar ulasan taktik sepak bola modern, rekomendasi spesifikasi perangkat keras komputer untuk bermain game olahraga, dan ulasan berita teknologi pilihan harian lainnya setiap hari hanya di Dafunda!

Follow Dafunda — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Co-Founder Ubisoft Meninggal Dunia, Claude Guillemot Alami Kecelakaan Pesawat di Prancis

Co-founder Ubisoft, Claude Guillemot, meninggal dunia pada usia 69 tahun akibat kecelakaan pesawat tragis di Prancis.

Baca selengkapnya