7 Film Rating PG Yang Harusnya Diberi Rating R

in ,
Film Rating Pg Harusnya Rating R
Film Rating Pg Harusnya Rating R | Fox Century

Seperti kita ketahui dalam dunia perfilman, film-film yang dirilis harus diberi rating dulu. Rating ini agar film-nya bisa sesuai dengan target umur audiens filmnya. Nah, kali ini Dafunda Movie ingin membahas film rating PG yang seharusnya, memiliki rating R.

Dari semua rating yang ada, umumnya hanya 2 yang sering tersorot. PG yang artinya audiens cilik harus didampingi orang tua, dan Rating R yang artinya hanya khusus disaksikan oleh audiens 18 atau 21 tahun ke atas.

Ironisnya walau sudah jelas-jelas seperti itu, tetap saja masih ada film-film yang memiliki rating PG tapi seharusnya justru, diberi rating R. Tak ayal film-film seperti ini kerap mendapatkan protes keras.

Dan berikut adalah 7 contoh film rating PG yang seharusnya memiliki rating R saja tersebut.

7. Suicide Squad (2016)

Kalau mau jujur-jujuran, sebenarnya hampir seluruh film rana sinematik DC, memiliki tone yang jauh lebih dewasa. Baru semenjak Wonder Woman (2017) saja film-film nya terlihat pas untuk audiens bawah umur.

Namun yang awal-awalnya? Walau memang sudah banyak yang di-tone down. Secara esensi filmnya masih terlihat kurang pantas untuk konsumsi anak-anak. Terlebih film perdana tim villain DC ini.

Dari konsep-nya saja yang menyorot villain (walau memang di filmnya ia membela kebenaran), tetap saja terasa seperti glorifikasi terhadap villain. Belum lagi filmnya terdapat adegan-adegan super seksi dari Margot Robbie (I, Tonya) sebagai Harley Quinn.

Kami jujur masih garuk kepala. Suicide Squad dirilis di bulan Agustus 2016. Deadpool (walau berasal dari rival, Marvel), dirilis di bulan Februari 2016.

Nah logikanya jika Deadpool saja bisa lolos rating R (dan menjadi film superhero pertama di rating tersebut), mengapa DC dengan Suicide Squad nya tidak menerapkan serupa?

JANGAN LEWATKAN •
Tim Suicide Squad Hadapi Starro Dalam Sebuah Fan Art Terbaru

Selain sekali lagi film ini memang lebih cocok dengan rating R, pemberian rating R-nya, dijamin bisa menyelamatkan reputasi DCEU. Yang mana kala itu, sudah hancur duluan setelah resepsi mengecewakan dari film Man of Steel (2013) dan Batman V Superman: Dawn of Justice (2016).

6. Mortal Kombat (1995)

Ini sih logika saja. Game orisinilnya saja, adalah game tarung ter-sadis sepanjang masa. Nah kenapa adaptasi filmnya justru di-“haluskan”?

Tapi kalau kita pikir lagi, ya wajar sih. Keputusan ini demi mendapatkan pendapatan box-office yang banyak. Dan faktanya penerapannya ini berhasil. Tapi ya pada saat yang sama, hal ini juga membuat fans game-nya kecewa berat.

Gara-gara film memiliki rating PG-13 dan bukan rating R, seluruh elemen sadis (gory) nya tidak ada sama sekali. Kalau pun ada, semuanya terasa anti klimaks aka nanggung. Untung saja, reboot filmnya yang akan rilis tahun 2021 mendatang, akan mendapatkan rating R. Syukur deh!

JANGAN LEWATKAN •
Naskah Suicide Squad 2 Telah Selesai

5. Ghost in the Shell (2017)

Manga dan adapatsi anime-nya yang dirilis pada tahun 1995, sukses banget. Selain karena keseluruhan tema kisahnya, faktor sukses lainnya, adalah karakter utamanya, Motoko Kusanagi, yang benar-benar edgy nan provokatif.

Nah ketika adaptasi Hollywood-nya rilis, tak ayal banyak fans yang kecewa banget. Penurunan rating ke PG-13, membuat film gawangan Scarlett Johansson (The Avengers) sebagai Kusanagi-nya, terasa sangat aneh aka “weirdo”.

Pokoknya tidak terasa sama sekali seperti menyaksikan anime aslinya. Ghost in the Shell versi Hollywood malah lebih terlihat seperti Blade Runner versi cewek yang gagal total.

4. The Shallows (2016)

Sebenarnya film teror ikan hiu yang dibintangi oleh Blake Lively (Green Lantern) ini, masih aman-aman saja dalam rana rating PG-13 nya.

Tapi c’mon. Pastinya akan jauh lebih baik di rana rating R bukan? Ini film orang digigit bahkan dimakan ikan hiu loh.

JANGAN LEWATKAN •
25 Anime psychological Terbaik dengan Cerita Sangar dan Mengaduk Emosi

Dan di dunia nyata sendiri, ketika kita melihat orang disantap ikan hiu, kita akan melihat darah dan potongan badan berserakan dimana-mana bukan? Kami yakin kalau saja film ini berani, dijamin akan jauh lebih keren lagi.

3. Alien VS Predator (2004)

Kedua franchise sci-fi ini pada dasarnya sudah sama-sama rating R. Lalu mengapa ketika keduanya dipertemukan, malah dilembutkan?

Memang sih masih ada darah hijau dan sebagainya. Tapi untuk menyaksikan Xenomorph atau Predator melakukan hal-hal sadis-nya, jangan harap deh. Jauh lebih baik jika kita menyaksikan film-film solo dari keduanya saja daripada cross-over ini.

2. The Wolverine (2013)

Setelah berpuas-puas ria menghabisi musuh-musuhnya di trilogi X-Men yang notabene rating PG, semestinya film solo kedua pasca X-Men: The Last Stand (2006) ini, menjadi kesempatan besar bagi Wolvie tampil lebih sangar dan sadis.

JANGAN LEWATKAN •
10 Karakter Paling Berpengaruh dalam Anime

Terlebih di The Wolverine, Logan bertarung melawan pasukan ninja. Seharusnya pertarungannya literally pertumpahan darah.

Tapi ya gara-gara franchise X-Men sudah dipandang “aman” oleh berbagai audiens, maka tetaplah akhir-nya di PG-kan filmnya. Untung saja film terakhir Hugh Jackman sebagai Wolverine, Logan (2017), ditampilkan dengan full rated R.

1. Robocop (2014)

Film orisinil Robocop (1987) be-rating R ketika dirilis. Dan kalau kamu sudah pernah menyaksikan film klasik tersebut tentunya kamu tahu pasti alasannya kenapa.

Nah reboot tahun 2014-nya, WOW! Mungkin itu kata nyinyiran halus yang bisa kami berikan. Reboot-nya dirubah total menjadi film PG-13 tanpa adanya adegan kekerasan atau sadis berlebihan seperti film orisinilnya.

Padahal aspek tersebutlah yang membuat Robocop orisinil, masih terus dikenang hingga detik ini. Dengan perubahan rating plus, kisahnya yang biasa-biasa saja, gak heran jika reboot ini gagal total.

JANGAN LEWATKAN •
Trailer Perdana Ghost in the Shell, Mengungkap Masa Lalu Scarlett Johansson

Itulah tadi 7 film rating PG yang seharusnya menjadi film rating R. Bagaimana nih tangggapanmu dengan daftar ini?