Tekno Berita Teknologi

Benarkah Facebook Ditutup Besok? Inilah Kebenarannya

Blokir
Komentar

Dafunda Tekno – Beredarnya kabar bahwa Facebook akan ditutup atau diblokir membuat pengguna sosial media dikagetkan dengan berita tersebut.

Salah satunya netizen yang menggunakan Facebook beramai-ramai posting status bahwa “Facebook akan ditutup” bahkan ada juga yang memposting “sebelum Facebook ditutup posting status atau foto dulu”

Menurut kabar ditutupnya Facebook menjadi kontra dan pro dikalangan netizen. Mesiku begitu, rumor yang viral dan beredar luas di media sosial khususnya Facebook itu dipastikan tidak akan diblokir alias hoaks.

Pemerintah memang bisa beri sanksi tegas memblokir Facebook, karena data satu juta pengguna Indonesia ikut bocor dalam skandal Cambridge Analytica (CA).

Namun tak ada kepastian bahwa tanggal 24 April mendatang, Facebook benar-benar akan diblokir di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam berbagai kesempatan tidak pernah menyinggung akan memblokir Facebook.

Justru Rudiantara mengatakan, Kementerian Kominfo tak segan memblokir Facebook, namun harus sesuai prosedur agar langkahnya tak gegabah.

Satu-satunya pernyataan tegas Rudiantara soal blokir Facebook adalah, jika ditemukan bukti bahwa Facebook dipakai sebagai sarana menghasut atau adu domba.

Rudiantara memastikan jika penyidik menemukan unsur dugaan pidana dalam kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia, peluang memblokiran Facebook akan semakin besar.

Sementara ini, kedua hal tersebut belum bisa dibuktikan, masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil audit.

“Kalau ada indikasi bahwa Facebook di Indonesia digunakan untuk penghasutan, seperti yang terjadi di Myanmar. Saya tidak punya keraguan untuk blokir,” ujar Rudiantara, beberapa hari yang lalu.

Menkominfo sudah meminta Facebook untuk melakukan audit, dan menyerahkan hasil auditnya sejak sepekan setelah pengumuman adanya data pengguna Facebook di Indonesia yang ikut bocor dalam skandal CA.

Permintaan itu dicantumkan dalam Surat Peringatan (SP) pertama yang dikirim Kominfo. Namun setelah tenggat waktu yang ditentukan tiba, Facebook belum juga menyerahkan hasil audit.

Kominfo pun melayangkan Surat Peringatan kedua.

“Saat ini, sudah SP II. Kita tunggu, nanti setelah SP II bisa ditingkatkan menjadi pemutusan layanan sementara jika diperlukan,” ujar Rudiantara, Rabu (11/4/2018).

Jika kemudian hasil audit tersebut sudah diketahui, maka pemerintah bisa menakar potensi permasalahan yang dapat timbul dari kebocoran data ini dan mengambil langkah penanganan.

Nampaknya kita hanya perlu menunggu waktu hingga Facebook ditutup.

Follow Dafunda — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Nama Bayi Xiaomi
Tekno

Bayi Bernama Xiaomi di Lampung Viral, Ini Tanggapan Dari Presiden Xiaomi

23 April 2018 Muhammad Hanif 2 mnt baca

Xiaomi adalah sebuah perusahaan mobile internet yang sudah berkiprah disegala bidang untuk menciptakan pengalaman di segala aspek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010, dan dengan cepat…

Baca selengkapnya