Perilisan Kopi Fisik Resident Evil 3: Nemesis Ditunda

in ,
Kopi Fisik Resident Evil 3: Nemesis
GameRant

Gak dipungkiri bahwa banyak dari kita yang sekarang ini sedang nunggu-nunggu banget perilisan remake dari seri game zombie hit, Resident Evil 3: Nemesis (1999). Dan seperti kita tahu, game-nya bakalan dirilis pada tanggal 3 April 2020 mendatang.

Nah walau kini banyak gamer yang lebih memilih untuk memainkan game-nya melalui rilisan digital, tapi buktinya masih banyak juga yang ingin memainkan game-nya melalui rilisan fisik. Dan apabila kamu adalah salah satunya, sayangnya ada kabar yang sedikit mengecewakan.

Ditunda Di Sebagian Negara Eropa

Ya seperti yang kamu baca sendiri di unggahan tweet resmi Capcom tersebut, terungkap kalau perilisan / pengiriman (shipping) kopi fisik Resident Evil 3: Nemesis) terutama di sebagian besar negara di Eropa akan mengalami penundaan (delay).

Hal ini tentunya dikarenakan pandemik Corona aka COVID-19 yang belum kunjung usai. Dan pihak Capcom menyarankan ke pembeli atau yang mungkin sudah terlanjur melakukan pemesanan, untuk rajin cek-cek / tanya-tanya ke retailer-retailer terdekat.

Tentunya, besar banget harapan Capcom agar situasi bisa balik seperti semula sehingga, pengiriman kopi fisik bisa berjalan lancar kembali.

Lalu Bagaimana di Indonesia?

Resident Evil 3: Nemesis | Gamespot

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kita-kita di Indonesia? Hmm, gue gak bisa bilang pastinya juga sih. Secara kalau kita lihat di unggahan tweet-nya, yang terkena efek ini cuma sebagian besar gamer di Eropa.

Amerika aja belum ketahuan banget. Tapi ya di saat yang sama, emang bisa aja penundaan ini juga berlaku bagi gamer dan fans Resident Evil di negeri kita tercinta ini. Tapi sekali lagi kita liat aja nanti update selanjutnya.

Mungkin beberapa dari kalian berucap seperti ini, “hah jaman tu pake kaset fisik segala? jaman udah canggih oi!” Ya memang. Cuma asal tau aja beda sensasinya pas mainin lewat digital dengan ngebeli dan bahkan “mencium” langsung bau plastik dari DVD / CD nya. Bukannya gue ngajarin jadi sosok “weirdo” ya.

Tapi hal ini sama aja kayak misalkan kita makan Pizza di rumah sama di actual restorannya. Pesennya sama-sama Pizza Paprika. Cuma karena lokasi makannya beda, maka experience nya pun juga akan terasa beda banget. Tapi ya pada akhirnya, terserah kalian sih.

Sekarang, gimana nih pendapatmu dengan kabar ini?